IMAM ALI BIN ABI THALIB: PERIHAL PENDUDUK BASHRAH (10)

100

Written by:

Akhlak kalian sangat buruk, janji kalian melahirkan perpecahan, dan keberagamaan kalian penuh kemunafikan

Khutbah Imam Ali bin Abi Thalib ini disampaikan setelah peristiwa Perang Unta. Dalam kitab Nahjul Balaghah, Perang Unta mendapatkan perhatian khusus agar dapat dijadikan pelajaran berharga bagi umat Islam, sebab tidak menutup kemungkinan peristiwa bersejarah dan berdarah itu akan terulang kembali di masa yang akan datang. Hanya mereka yang bisa memeras hikmah sebanyak-banyaknya, yang akan lolos dari godaan setan, yang selalu berusaha mengotori hati nurani kita.

Yang menarik dari pesan yang disampaikan Imam Ali bin Abi Thalib adalah perihal perangai penduduk Bashrah pada saat peristiwa Perang Unta tersebut berlangsung. Mereka adalah kaum yang pada mulanya setia mendukung menantu Nabi itu. Namun, setelah berbagai konspirasi yang dilakukan oleh Thalhah dan Zubair, lalu mereka berbalik seratus persen menentang, bahkan ikut memerangi Imam Ali. Mereka dikenal sebagai para pengkhianat terhadap Imam Ali (al-nakitsun).

Perang Unta merupakan perang di antara kaum Muslimin yang benar-benar tidak diinginkan oleh Imam Ali bin Abi Thalib. Ia sudah menasehati Thalhah dan Zubair agar memilih jalan kebenaran, bukan jalan setan yang memecahbelah umat Islam. Rupanya, keduanya terus melakukan konspirasi dan tipu muslihat. Perang benar-benar terjadi, dan Imam Ali tidak mempunyai pilihan lain kecuali menghadapinya.

Imam Ali bin Abi Thalib menunjuk puteranya, Muhammad bin Hanafiyah sebagai pembawa bendera terdepan dalam Perang Unta. Kelihaiannya dalam perang dipuji banyak kalangan. Ia berhasil memimpin perang, dan menjadi prestasi tersendiri bagi dirinya. Rahasia kegigihan dan ketangguhan Muhammad bin Hanafiyah terdapat dalam injeksi motivasi dan spirit, yang dititahkan oleh Imam Ali saat hendak berperang melawan tentara Thalhah dan Zubair.

Adapun pesan-pesan Imam Ali bin Abi Thalib kepada Muhammad bin Hanafiyah, di antaranya: Pertama, fokus, teguh dan sabar dalam menghadapi musuh. Dalam perang, akan ditemukan berbagai godaan dan tantangan. Pada saat itu, diperlukan keteguhan sikap untuk tidak mudah pada tipu-daya musuh, hatta jika gunung pun runtuh. Dan, seorang yang berperang hendaknya tidak mudah dikontrol amarah dan rasa dendam.

Kedua, berperang hanya untuk mengimplementasikan ketaatan dan perintah Allah SWT. Perang adalah hal yang sebenarnya tidak dikehendaki dalam Islam, apalagi terjadi di antara sesama Muslim. Sebab itu, Imam Ali bin Abi Thalib mengingatkan kepada Muhammad bin Hanafiyah agar senantiasa bermunajat kepada Allah SWT, bahwa perang ini hanya semata-mata hendak menegakkan kebenaran.

Ketiga, konsentrasi menghadapi musuh dan abaikan kekuatan senjata musuh. Strategi perang ini disampaikan Imam Ali bin Abi Thalib, karena Muhammad bin Hanafiyah mendapatkan tugas mulai untuk membawa bendera. Semua pasukan Imam Ali akan mengikuti apa yang dilakukan oleh puteranya itu. Sebab itu, Imam Ali menekankan pentingnya strategi kepemimpinan untuk menjemput kemenangan.

Muhammad bin Hanafiyah melaksanakan seluruh pesan, sehingga sesuai janji Allah SWT, Imam Ali bin Abi Thalib memenangkan perang melawan Thalhah dan Zubair. Hal tersebut membuktikan kejeniusan Imam Ali sebagai ahli strategi perang dan memastikan kekhilafahan terus berdiri tegak untuk memastikan keberlangsungan ajaran Allah SWT, sunnah Nabi, dan keluarganya.

Kemenangan dalam Perang Unta ini semakin mengukuhkan cinta umat Islam pada saat itu, baik laki-laki maupun perempuan kepada Imam Ali bin Abi Thalib, karena mereka mempunyai kesempatan untuk menyebarluaskan sunnah Nabi. Imam Ali sudah lama dikalahkan, bahkan dizalimi, tetapi saat menjadi khalifah pun menghadapi pengkhianatan dari para pendukungnya sendiri, khususnya Thalhah dan Zubair.

Maka dari itu, Imam Ali bin Abi Thalib setelah peristiwa berdarah itu menyampaikan khutbah perihal penduduk Bashrah. Konon, khutbah ini merupakan nubuat yang terjadi di kemudian hari, bahkan mungkin hingga sekarang ini. Imam Ali menggambarkan penduduk Bashrah dengan ungkapan, “Akhlak kalian sangat buruk, janji kalian melahirkan perpecahan, keberagamaan kalian penuh kemunafikan.”

Ungkapan tersebut dapat menggambarkan kekecewaan Imam Ali bi Abi Thalib terhadap penduduk Bashrah yang dulunya menjadi pendukung setia. Salah satu kekecewaan yang disampaikan juga, yaitu ketika Thalhah dan Zubair melibatkan Siti Aisyah, istri Nabi Muhammad SAW, dalam perang tersebut. Sebab bagaimana pun, unsur fitnah dalam perang tersebut semakin kentara. Seolah-olah ada konspirasi ingin membenturkan antara Imam Ali dengan Siti Aisyah.

Dalam menghadapi hal tersebut, Imam Ali bin Abi Thalib memerintahkan agar Siti Aisyah benar-benar dijaga. Konon, ia meminta puteranya Imam Hasan agar menjaga Siti Aisyah. Menjaga Siti Aisyah sama halnya dengan menjaga Nabi Muhammad SAW. Sebab itu, Masjid Bashrah dikenang sebagai simbol penghormatan Imam Ali terhadap Siti Aisyah. Akhirnya, Siti Aisyah selamat pulang ke Madinah dengan pengawalan khusus dari pasukan Imam Ali.

Bagaimana pun, Bashrah pada saat itu sudah menjadi kisah tersendiri perihal pengkhianatan terhadap Imam Ali bin Abi Thalib. Ia menggambarkan tanahnya berair, dan sementara penduduknya jauh dari perintah Tuhan. Pengkhianatan sama sekali tidak dibenarkan dan tidak akan dilakukan bagi Muslim yang menjiwai al-Quran, Sunnah Nabi dan keluarganya. Sebab Imam Ali merupakan Imam, yang mendapatkan mandat khusus untuk melanjutkan ajaran Nabi Muhammad SAW. Akhirnya, penduduk Bashrah mengalami kekalahan saat memerangi Imam Ali bin Abi Thalib. Tidak hanya itu, Bashrah menjadi kisah dan cerita yang selalu diperbincangkan akibat pengkhianatan pada Imam Ali. Kemudian hari, nubuat Imam Ali, sebagaimana disampaikan dalam Nahjul Balaghah, akan terjadi banjir besar di Bashrah, juga benar-benar terjadi, terutama pada masa al-Qadir Billah dan al-Qaim Billah. Yang tersisa, selamat, dan abadi hanya Masjid, yang kemudian diberi nama Masjid Imam Ali bin Abi Thalib. Itulah di antara tanda-tanda wilayah Imam Ali.

Share and Enjoy !

Shares

Last modified: Januari 9, 2021

Comments are closed.