ISLAM RAMAH TV: BELAJAR ISLAM RAMAH, BUKAN ISLAM MARAH

158

Written by:

Pandemi tidak selamanya merupakan momen menyedihkan. Pandemi bisa juga menjadi momen menggembirakan, jika kita bisa mengelolanya dengan baik. Selalu ada sisi baik di balik sisi gelap sekalipun. Hal tersebut saya alami sendiri, karena pada musim pandemi, justru saya jauh lebih produktif dalam membaca, menulis, dan hal-hal lainnya yang sangat positif.

Pada musim pandemi ini, saya berhasil melahirkan kanal youtube ISLAM RAMAH TV. Tidak tanggung-tanggung, ada 220 video yang diupload berisi tentang Pemikiran Keislaman Bung Karno, Analisis Timur-Tengah, Akhlak Rasulullah SAW, Kajian Lintas Agama, Kajian Lintas Mazhab, dan Ngaji Kitab Online: ISLAM KITA: TITIK-TEMU SUNNI-SYIAH. Jika tidak pernah ada pandemi, mungkin kanal youtube ISLAM RAMAH TV tidak akan pernah hadir dan mewarnai panggung wacana keislaman di Tanah Air.

Media sosial, khususnya kanal youtube sudah menjadi pilihan publik dalam menikmati kajian keagamaan. Karenanya diperlukan sebuah upaya sungguh-sungguh untuk membanjiri laman youtube dengan sajian dan kajian yang mencerahkan. Watak keislaman di negeri ini dikenal moderat, karena memperjuangkan nilai-nilai luhur yang menjadi common platform di antara berbagai gagasan dan arus pemikiran.

Sejak zaman Walisongo, dakwah keagamaan dikenal sangat bernuansa damai dan berkait kelindan dengan ruang kebudayaan yang tumbuh di tengah-tengah masyarakat kita. Islam tidak dijadikan instrumen politik yang kerap membenturkan antara satu kelompok dengan kelompok yang lain dalam rangka memenuhi hasrat kekuasaan.

Maka dari itu, kanal youtube ISLAM RAMAH TV memulai kajian dengan Akhlak Rasulullah SAW. Nalar pijakannya, karena selama ini kita terlalu asyik dengan kajian fikih yang fokusnya pada dimensi hukum. Padahal Islam dititahkan Tuhan sebagai agama yang menekankan pentingnya akhlak, yang tentu saja di dalam al-Quran lebih banyak ayat-ayat yang menjelaskan tentang akhlak.

Kalau mau jujur, umat Islam dalam beberapa dekade terakhir telah mengalami krisis akhlak yang sangat akut. Di dalam hadis Nabi Muhammad SAW ditegaskan, Muslim adalah saudara bagi Muslim yang lain. Tidak boleh menzalimi, menelantarkan, dan mencela antar sesama (HR. Muslim).

Hadis ini masuk dalam katagori akhlak yang diajarkan Nabi kepada umat Islam. Kita, umat Islam, dilarang untuk menzalimi saudara Muslim. Kita harus menebarkan kebajikan kepada saudara Muslim yang lain agar muncul persaudaraan dan tali kasih. Kita juga mesti peduli terhadap saudara Muslim yang tertindas dan lemah. Kita sejatinya tidak hanya menonton saudara Muslim yang sedang berada dalam kesusahan dan penindasan pihak lain. Dan pada akhirnya, Nabi berpesan kepada kita semua agar kita tidak mencela saudara Muslim yang lain atas dasar apapun. Perbedaan mazhab dan pandangan keagamaan jangan menjadikan kita merendahkan dan melecehkan saudara Muslim yang lain.

Saya sendiri selalu percaya pada sebuah pandangan, Islam laksana samudera yang kedalamannya tidak diketahui. Islam adalah agama yang di dalamnya berisi kebaikan. Tugas kita menyelami kedalaman samudera Islam hingga yang paling dalam sekalipun. Dan setelah itu, kita mengambil dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kita tidak perlu mengklaim bahwa pandangan kita paling benar dan pandangan orang lain salah. Tugas kita hanya menyampaikan pesan kebaikan kepada diri kita dan orang lain seluas-luasnya. Sekali-sekali kita perlu menyelami pesan Imam Syafii, “pendapat saya benar, tapi mungkin saja salah. Pendapat orang lain salah, tapi mungkin saja benar.”

Islam Ramah TV pada hakikatnya ingin mengedepakan akhlak dalam segala hal. Islam adalah agama yang mengedepankan akhlak di atas segala-galanya, termasuk di atas fikih dan kalam sekalipun. Jangan sampai perbedaan kita dalam hal fikih dan kalam diekspresikan tanpa akhlak yang luhur. Semua perbedaan pandangan hendaknya diletakkan dalam konteks untuk saling menghormati dan saling menghargai.

Share and Enjoy !

Shares

Last modified: Oktober 20, 2020

Comments are closed.